Sabtu, 30 Mei 2020

UBUR-UBUR MUTASI GEN???

7 Januari 2019

"Mama, lihat disana. Segerombolan ubur2 melayang-layang".
Piyu si anak penyu menggamit salah satu kaki ibunya.
Mama penyu melayangkan pandangannya ke arah yang dimaksud.

"Ayo mama.  Ayo kita kesana. Aku sangat lapar".
Piyu menjilat bibirnya membayangkan kenikmatan sarapannya pagi ini.
Piyu langsung melesat dengan cepat menuju segerombolan ubur2.

Mama penyu menyusul Piyu yang segera menikmati sarapan ubur2nya dengan lahap.

Keluarga penyu sangat bersyukur karena semakin hari populasi ubur2 semakin meningkat. 
Tapi aneh, menyantap ubur-ubur kini tak lagi selezat dulu. 
Ya, kadang-kadang mereka memakan ubur2 yang mengenyangkan, tapi lebih sering ubur2 tersebut terasa hambar dan tidak 
mengenyangkan. Ubur2 tersebut seperti kosong tak bergizi.

Bertahun berlalu... takdir keluarga penyu mulai berubah. Piyu bingung melihat kenyataan bahwa usia keluarga penyu kini teramat pendek. Satu persatu, oh tidak, tidak satu-satu. Tapi seratus bahkan seribu keluarganya mati dalam setahun. Usia ratusan tahun seperti tinggal kenangan.
"Ada apa gerangan?" tanya Piyu.

Seiring waktu, tubuh kaku para bangkai penyu hancur. Piyu bingung menyaksikan sisa-sisa tubuh para penyu.
Banyak pertanyaan di kepalanya
"Mengapa ada banyak sisa ubur2 yang tak tercerna disana?
Ada apa ini? 
Apakah para ubur2 tersebut mengalami mutasi genetik? 
Mengapa mereka tak dapat dicerna di perut kami? 
Inikah penyebab pendeknya usia para tetuaku?"

Piyu terpekur...
Kebanggaannya atas keluarganya terusik.
Sebelumnya ia teramat bangga menjadi bagian dari spesies istimewa yang paling banyak mengetahui sejarah alam bawah laut.
Ya, pencatat sejarah laut krn usia mereka yang terkenal sangat panjang. Tapi itu dulu... Sebelum spesies baru ubur2 meningkat semakin pesat.

Lagi, berbagai pertanyaan berkelebat di kepalanya.
Dan kini ia bertekad mencari tahu jawabannya.
Ia harus menyelamatkan kelestarian spesies Penyu.
"Harus", tekadnya dalam hati
Tapi ia tak tahu harus memulai darimana. 
Ia hanya tahu spesies ubur2 itu berasal dari atas permukaan.
Poor Piyu

Sementara itu di dunia lain di atas permukaan, seorang reporter tengah menyampaikan sebuah berita "Pemirsa, kembali ditemukan bangkai seekor penyu yang perutnya mulai membusuk. Di dalam perutnya ditemukan 1 kg kantong plastik aneka warna." 

Masih di dunia di atas permukaan, headline news sebuah media cetak berbunyi "Penelitian dari university of Eceter, Inggris, mengemukakan bahwa sampah plastik telah membunuh 1000 penyu setiap tahunnya. Bagi penyu, sampah plastik terlihat seperti ubur-ubur yang merupakan salah satu makanan mereka".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar