Di sebuah sudut kota Jogja
.
Wiro : "Mau ikut bersamaku?"
Ratna : "Ke arah mana mobilmu akan melaju?"
Wiro : "Ke utara"
Ratna : "Kalau begitu lanjutkanlah perjalananmu, karena jalur kita berbeda"
.
Baskoro : "Bersediakah berjalan kaki bersamaku?"
Ratna : "Jalan ke arah mana yang akan kau tempuh?"
Baskoro : "Tentu saja ke selatan"
Ratna : "Berjalan kaki pun tak masalah, sayangnya kita tak searah"
.
Joko : "Kalau begitu ikutlah bersamaku
Aku siap mengantar dengan pesawat pribadiku"
Ratna : "Bagaimana denganmu? Kemanakah tujuan perjalananmu?"
Joko : "Tak penting, aku ikut kemana pun kau mau"
Ratna : "Oh tidak, perjalananan ini akan panjang, kau akan bosan mengikuti mauku, dan aku akan lelah merancang perjalanan ini sendirian"
.
Galih : "Mungkin kau bisa melanjutkan perjalanan bersamaku?"
Ratna : Kemanakah tujuanmu?"
Galih : "Ke arah barat"
Ratna : "Benarkah? Apa yang hendak kau tuju?"
Galih : "Rumah impian, di samping rumah Tuhan"
Ratna : "Hey, kayuhlah sepedamu.
Aku akan duduk tepat di belakangmu.
Jalan tujuanmu adalah pula jalan tujuanku".
.
"Saya nikahan Ratna binti Murdoyo dengan Galih bin Sudibyo dengan mas kawin seperangkat alat solat dibayar tunai"
"Sah?????"
"Sahhhhhhh"
.
Dan perjalanan hidup dimulai.
Perjalanan yang telah pasti kemana arah tujuannya... Ia disebut visi pernikahan.
Begitulah seharusnya kau memilih jodoh, agar bahteramu tak terombang ambing tak tentu arah dalam lautan kehidupan.
.
#30hbc1908
#30hbc19jalan
#30haribercerita2019
@30haribercerita
Pic by @sundanese.guy

Tidak ada komentar:
Posting Komentar